Iklan

Kepala Desa Tolotio Sebut Festival Apangi Jadi Wujud Syukur dan Persatuan Warga

Ibnu Ishaq, C.VLD
Sabtu, 04 Juli 2026, Juli 04, 2026 WIB Last Updated 2026-07-05T02:08:36Z


TOLOTIO, ISIMU.WEB.ID -  Kepala Desa Tolotio, Sandra Jafar Biu, mengatakan Festival Apangi II yang digelar di Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (4/7/2026), bukan sekadar perayaan kuliner tradisional, tetapi juga menjadi momentum memperkuat gotong royong, mempererat silaturahmi, serta menyemarakkan peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah.


Sebelum acara dimulai, Sandra terlihat berada di stan penukaran kupon yang dipadati pengunjung. Warga silih berganti mendatanginya untuk memperoleh kupon yang nantinya dapat ditukarkan dengan kue apangi setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai.


Di sela kesibukannya melayani masyarakat, Sandra menjelaskan bahwa Festival Apangi tahun ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Desa Tolotio, Remaja Masjid Asy-syarif, dan seluruh kelompok Dasawisma yang ada di desa tersebut.


"Alhamdulillah, hari ini Sabtu, 4 Juli 2026, Pemerintah Desa Tolotio bersama Remaja Masjid As-Syifa dan Dasawisma se-Desa Tolotio kembali melaksanakan Festival Apangi yang kedua pada tahun 2026. Kegiatan ini kami laksanakan dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah," ujar Sandra.


Ia mengatakan, melalui Festival Apangi masyarakat diajak memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi modal utama membangun desa sekaligus mempererat persatuan warga.


"Kami berharap semangat gotong royong yang terbangun melalui Festival Apangi semakin memperkuat persatuan masyarakat. Bersama kita kuat, dan semoga seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Gorontalo, selalu diberikan kesehatan, umur panjang, serta dipertemukan kembali dengan Ramadan dan 10 Muharram pada tahun mendatang," katanya.


Usai diwawancarai, Sandra kemudian menyampaikan laporan panitia di atas panggung utama di hadapan Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Manaf Abidin Hamzah, unsur Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala dusun, serta ribuan pengunjung yang memadati lokasi festival.


Dalam laporannya, Sandra menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Festival Apangi II. Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan 10 Muharram sebagai momentum untuk memperbanyak doa dan rasa syukur kepada Allah SWT.


"Alhamdulillahi rabbil alamin, kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT karena atas rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kita dapat berkumpul pada malam ini. Semoga seluruh masyarakat yang hadir maupun yang menyaksikan melalui media sosial senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, dan keberkahan," ucapnya.


Sandra juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang hadir, mulai dari jajaran Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Pemerintah Kecamatan Tibawa, DPRD Provinsi Gorontalo, unsur TNI-Polri, Badan Permusyawaratan Desa, Badan Takmirul Masjid As-Syifa, hingga seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung suksesnya Festival Apangi.


Pada kesempatan tersebut, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Desa Tolotio turut memanfaatkan momentum festival untuk menyerahkan bantuan seragam sekolah kepada 20 siswa dari keluarga kurang mampu yang terdaftar sebagai warga Desa Tolotio.


"Malam ini kami juga menyerahkan bantuan seragam sekolah kepada 20 siswa sekolah dasar melalui dana APBDes. Kami berharap bantuan ini dapat membantu anak-anak tetap bersekolah dan menjadi bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa," katanya.


Sandra menjelaskan seluruh pembiayaan Festival Apangi berasal dari swadaya masyarakat. Sebanyak 50 kelompok Dasawisma terlibat sebagai peserta dan masing-masing mendirikan satu stan pameran yang menyajikan kue apangi serta makanan tradisional.


"Pelaksanaan kegiatan ini sepenuhnya merupakan hasil swadaya Dasawisma. Ada 50 Dasawisma dan semuanya ikut berpartisipasi. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat Desa Tolotio memiliki semangat kebersamaan yang sangat kuat," ujarnya.


Ia menambahkan, panitia telah menyiapkan penghargaan bagi 10 stan terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas masyarakat. Menurutnya, penilaian tersebut bukan untuk membedakan peserta, melainkan memberikan motivasi agar pelaksanaan Festival Apangi semakin baik pada tahun-tahun berikutnya.


Sandra juga memberikan apresiasi kepada Remaja Masjid Asy-Syarif yang menjadi panitia pelaksana bersama Pemerintah Desa dan seluruh unsur masyarakat. Menurutnya, keberhasilan Festival Apangi tidak lepas dari kerja sama semua pihak.


"Kegiatan ini bisa terlaksana karena semangat kebersamaan seluruh masyarakat, Dasawisma, panitia, aparat desa, dan para pemuda. Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras sehingga Festival Apangi tahun ini berlangsung dengan baik," katanya.


Lebih lanjut, Sandra menjelaskan panitia menyiapkan sedikitnya 15.000 kue apangi untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Jumlah tersebut berasal dari 50 stan yang masing-masing menyediakan sedikitnya 150 wadah, dengan setiap wadah berisi dua kue apangi.


"Kami menyediakan paling sedikit 15.000 kue apangi. Semua akan dibagikan kepada masyarakat yang hadir melalui sistem kupon. Bahkan stan yang menjadi juara pertama menyiapkan sekitar 2.000 kue apangi," jelasnya.


Sandra berharap Festival Apangi dapat terus berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang lebih besar. Bahkan, Pemerintah Desa Tolotio telah merancang konsep penyelenggaraan yang lebih luas pada tahun depan.


"Insyaallah tahun depan kami merencanakan kegiatan ini berlangsung selama tiga hari. Dua hari pertama akan diisi dengan MTQ tingkat desa, sedangkan malam puncaknya adalah Festival Apangi. Kami ingin kegiatan ini terus berkembang dan menjadi agenda budaya yang membanggakan Desa Tolotio," tuturnya.


Menurut Sandra, tujuan utama Festival Apangi bukan semata-mata menghadirkan hiburan, melainkan membangkitkan kembali semangat gotong royong, mempererat silaturahmi antarmasyarakat, sekaligus menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.


"Kami ingin Festival Apangi menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh masyarakat Desa Tolotio. Melalui kegiatan ini kami berdoa agar dipertemukan kembali dengan Ramadan dan 10 Muharram pada tahun berikutnya, serta semoga tradisi ini terus hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang," pungkasnya.

Komentar

Tampilkan

  • Kepala Desa Tolotio Sebut Festival Apangi Jadi Wujud Syukur dan Persatuan Warga
  • 0

Terkini

Sedang memuat...

Topik Populer

Iklan