Iklan

Sekda Gorontalo: Festival Apangi Tolotio Perkuat Budaya, Gotong Royong, dan Syiar Islam

Ibnu Ishaq, C.VLD
Sabtu, 04 Juli 2026, Juli 04, 2026 WIB Last Updated 2026-07-05T02:12:03Z

 


ISIMUWEB.ID, TOLOTIO - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, mengapresiasi pelaksanaan Festival Apangi II di Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Sabtu (4/7/2026). Mewakili Bupati Gorontalo, Sugondo menilai festival tersebut tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan syiar Islam dalam momentum peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah.


Sugondo hadir bersama sejumlah pejabat daerah, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Manaf Abidin Hamzah, unsur Forkopimcam Tibawa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang memadati kawasan Festival Apangi. Pada kesempatan itu, ia sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan Festival Apangi II.


Mengawali sambutannya, Sugondo menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Gorontalo yang berhalangan hadir karena sedang mengikuti kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Medan, Sumatera Utara.


"Pak Bupati sebenarnya sangat ingin hadir bersama masyarakat Tolotio. Namun pada saat yang sama beliau harus mengikuti kegiatan APKASI di Medan. Karena itu, beliau bersama Pak Wakil Bupati menitipkan salam hangat kepada seluruh masyarakat Desa Tolotio," ujar Sugondo.


Ia mengaku terkesan melihat suasana Festival Apangi yang berlangsung bertepatan dengan terbitnya bulan di langit malam Desa Tolotio. Menurutnya, pemandangan tersebut menjadi simbol harapan dan cahaya bagi masyarakat dalam menyambut 10 Muharram.


"Ketika saya mulai menyampaikan sambutan, bulan sedang terbit dengan indah. Bagi saya, itu menjadi pertanda hadirnya cahaya bagi Desa Tolotio. Semangat 10 Muharram diwujudkan melalui kebersamaan masyarakat, seputih apangi yang melambangkan ketulusan dan semanis gula merah yang melambangkan kasih sayang," katanya.


Sugondo mengatakan tradisi membagikan apangi memiliki makna lebih dari sekadar berbagi makanan. Ia menilai tradisi tersebut merupakan bentuk sedekah yang diharapkan membawa keberkahan bagi masyarakat, khususnya para petani di Desa Tolotio.


"Masyarakat Tolotio memahami bahwa bersedekah melalui apangi merupakan bentuk ikhtiar untuk memperoleh keberkahan. Semoga setiap butir beras yang diolah menjadi apangi menjadi amal yang dibalas Allah SWT dengan rezeki dan keberkahan yang berlipat ganda," ucapnya.


Dalam sambutannya, Sugondo juga mengingatkan makna sejarah 10 Muharram dalam ajaran Islam. Menurutnya, hari tersebut dikenal sebagai hari keselamatan karena sejumlah nabi memperoleh pertolongan Allah SWT.


"Sepuluh Muharram mengajarkan kepada kita tentang harapan dan keselamatan. Pada hari itulah Allah memberikan pertolongan kepada para nabi. Karena itu, masyarakat Tolotio merayakannya dengan penuh rasa syukur dan doa agar diberikan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat," tuturnya.


Ia turut mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam menyukseskan Festival Apangi II. Sebanyak 50 kelompok Dasawisma, kata Sugondo, mampu bergotong royong menyiapkan sekitar 15.000 kue apangi untuk dibagikan secara gratis kepada pengunjung.


"Tidak mudah menggerakkan 50 Dasawisma untuk menyiapkan ribuan apangi. Namun masyarakat Tolotio berhasil membuktikan bahwa semangat gotong royong masih sangat kuat. Sekitar 15.000 apangi yang disiapkan malam ini menjadi bukti nyata kebersamaan masyarakat," ujarnya.


Menurut Sugondo, Festival Apangi memiliki potensi besar untuk terus berkembang menjadi agenda budaya berskala lebih luas. Ia berharap kegiatan tersebut ke depan tidak hanya melibatkan masyarakat Desa Tolotio, tetapi juga menjadi daya tarik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gorontalo.


"Saya berharap Festival Apangi terus berkembang menjadi festival yang lebih besar. Bukan hanya diikuti masyarakat Desa Tolotio, tetapi juga seluruh elemen masyarakat Kecamatan Tibawa bahkan Kabupaten Gorontalo. Saya yakin gaung Festival Apangi akan semakin dikenal luas dan menjadi kebanggaan daerah," katanya.


Sugondo juga mengapresiasi berbagai program Pemerintah Desa Tolotio yang dipadukan dengan pelaksanaan festival, termasuk penyerahan bantuan seragam sekolah kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.


"Atas nama Pemerintah Kabupaten Gorontalo, saya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Tolotio beserta seluruh aparat desa dan masyarakat atas kreativitas, inovasi, serta kepeduliannya kepada warga. Program-program seperti ini patut diapresiasi karena tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," ungkapnya.


Di akhir sambutannya, Sugondo secara resmi membuka Festival Apangi II Desa Tolotio. Ia berharap tradisi tersebut terus dilestarikan sebagai warisan budaya sekaligus menjadi penguat persatuan masyarakat Gorontalo.


"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Festival Apangi Desa Tolotio yang kedua secara resmi saya nyatakan dibuka. Semoga kegiatan ini terus berkembang dan menjadi tradisi yang membawa keberkahan bagi masyarakat," pungkasnya.

Komentar

Tampilkan

  • Sekda Gorontalo: Festival Apangi Tolotio Perkuat Budaya, Gotong Royong, dan Syiar Islam
  • 0

Terkini

Sedang memuat...

Topik Populer

Iklan