Monumen patung B.J. Habibie di gerbang Bandara Djalaluddin kini menjadi ikon baru daerah. Replika tokoh besar ini tak sekadar hiasan, melainkan simbol tingginya peradaban teknologi yang lahir dari putra bangsa.
Melalui prasasti yang terukir di sana, masyarakat diajak mengenang kembali deretan prestasi internasional beliau. Salah satunya adalah penghargaan kelas dunia Theodore Von Karman Award yang berhasil diraih pada tahun 1992.
Penghargaan bergengsi tersebut diberikan atas kesuksesan besar beliau memimpin proyek kerja sama internasional. Desain tangguh pesawat terbang CN-235 menjadi bukti nyata kolaborasi hebat antara Indonesia dengan pihak Spanyol.
Tak berhenti di sana, kontribusi besar beliau dalam mempromosikan industri aviasi kembali mendapat apresiasi. Lembaga penerbangan sipil internasional ICAO menganugerahi beliau penghargaan Edward Warner Award pada Desember 1994.
Deretan pencapaian monumental inilah yang mendasari pemberian gelar kehormatan sebagai Bapak Dirgantara Indonesia. Gelar resmi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara pada April 2019 silam.
Kini, patung yang memegang miniatur pesawat itu berdiri tegak menyapa setiap penumpang bandara. Kehadirannya terus melempar pesan kuat bagi generasi muda untuk berani bermimpi dan menguasai teknologi dunia.





