Melangkah pada panel ketujuh Tugu Tani Isimu, sudut pandang kita diajak beralih dari sektor ekonomi ke dunia seni. Relief menawan ini secara khusus mengangkat kekayaan warisan budaya takbenda masyarakat Gorontalo.
Fokus utama pahatan menampilkan sepasang penari pria dan wanita yang sedang bergerak gemulai memperagakan tarian adat tradisional. Gerakan tangan dan lekuk tubuh mereka diukir begitu dinamis, memancarkan keindahan serta ketepatan irama.
Kedua penari mengenakan pakaian adat khas Gorontalo, lengkap dengan hiasan kepala yang mempertegas identitas kultural setempat. Di sisi kanan belakang, tampak seorang pemusik duduk bersila sambil menabuh alat musik rebana tradisional.
Pada latar belakang, berdiri megah sebuah rumah adat panggung Gorontalo, lengkap dengan detail ukiran jendela dan pagar kayu. Kehadiran rumah adat ini memperkuat nuansa pelaksanaan upacara adat atau pesta rakyat pedesaan.
Tekstur lantai halaman tempat menari dipahat menyerupai susunan batu atau anyaman yang memberikan dimensi ruang sangat rapi. Kehadiran tanaman hias di bagian bawah relief semakin mempercantik keseluruhan komposisi visual pilar tugu.
Melalui panel ketujuh ini, seniman sukses mengabadikan keselarasan antara seni pertunjukan, busana adat, dan arsitektur tradisional Gorontalo. Jangan lewatkan artikel penutup yang akan membedah panel terakhir dari mahakarya sejarah ini.




