Eksplorasi visual Tugu Tani Isimu berlanjut pada panel ketiga yang tidak kalah memesona. Relief ini secara khusus menyoroti peran penting kaum perempuan dalam menopang perekonomian keluarga melalui sektor industri kreatif domestik.
Bagian depan menampilkan tiga wanita yang sedang fokus membuat kerajinan tangan tradisional. Dua di antaranya duduk di atas bangku panjang, sementara satu wanita lainnya memilih posisi duduk bersila di atas lantai.
Gerakan tangan mereka mengisyaratkan aktivitas menyulam atau menenun kain khas daerah dengan sangat teliti. Sementara itu, seorang wanita berturban berdiri di belakang mereka seolah bertindak sebagai pengawas atau mentor.
Pada latar tengah, tampak seorang perajin lain sedang sibuk mengoperasikan mesin jahit kayuh tradisional. Di dekatnya, beberapa helai pakaian hasil produksi digantung rapi, siap untuk dipasarkan ke masyarakat luas.
Sebuah rumah panggung adat Gorontalo dengan bentuk atap segitiga yang khas berdiri megah di latar belakang. Kehadiran pepohonan rindang di sekitarnya semakin memperkuat atmosfer pemukiman desa yang tenang dan produktif.
Panel ini menjadi simbol nyata dari kemandirian, keterampilan, dan kontribusi besar perempuan Kecamatan Tibawa. Ikuti terus rangkaian artikel ini untuk membedah narasi budaya menarik pada panel keempat selanjutnya.




